Dlm suasana Kesejukan mesjid luas yg tnang ditengah terik mentari yg sdg brsmangat tuk mnyengat sluruh lapisan bumi bserta makhluk diatasnya, seorang hamba Allah dlm menjalakan ibadah shalat zhuhur bener2 terlihat enjoy dan mrasakan kberadaan Allah dan seolah2 berhadapan lgsg dg sang khaliq,shg dlm melaksanakan ibadah bner2 mmaximalkan waktu melafazdkan,mengadukan,mengutarakan,memperlihatkan,kebahagiaan atas nikmat dan ksedihan atas kelalaian yg telah trjadi dlm hidup ini.
Komunikasi lgsg dg allah dilalui dg penuh senyum dan menyadari bahwa ternyata sgl permasalahan yg dialami slama ini hanya sgelintir bila dibandingkan dg rahmat n karunia yg telah diberikan Allah yg tak pernah pamrih,hanya saja kita sering lupa diri thdp rahmat yg tlah kita nikmati,terkadang kita kasak kusuk, buru2,tdk sabaran,& mngesampingkan sa’at2 utk komunikasi dg Allah,padahal bl kita jalani dg senyum maka tdk akan mmeberatkan,bahkan akan mnenangkan jiwa,suasana hati sdg gundah gelisah dg berbagai alasan prmasalahan yg sdg dihadapi. Komunikasi dg manusia aja (apakah mereka itu pejabat,birokrat,artis,org kaya)kita bisa ramah,pnuh snyum brusaha mnampilkan yg trbaik mskipun dilubuk hati yg paling dlm rasanya amburadur,smbraut dan campur aduk.Alangkah ruginya kita jk sa’at2 beribadah (berkomunikasi lgsg dg Allah) tdk maximal & wasting time blaka. Bukankah kita blon tau sdetik lg kita masih akan diberi ksempatan gratis tuk mnghirup udaranya Allah, nah apa yg akan terjadi kalo kita dah lupa bernafas, bukankah itu smua akan hilang,lenyap bgitu saja,tubuh indah,wajah rupawan hanya akan terbujur kaku yg hanya bs membuat kesdihan org yg kita tinggalkan,lemari pakain,rak buku dan spatu,gantungan kain bahkan pelenkapan makan,mandi & kaca yg sering kita gunakan hanya akan meneteskan air mata org2 yg kita cintai dan kita sayangi,alangkah sangat meruginya kita bila dari sa’at ini kita masih uggal2an dlm menjalankan ibadah hanya menggunakan 2nd time utk beribadah yg dpt mngakibatkan hilangnya kkhusukan,keikhlasan, hanya krn alasan segan,n tuk mempertahankan good image dimata manusia,mngkin skrg hal itu smua sdh tdk pnting lg,it’s time to change bad habbit,keteledoran, kekhilafan n kbodohan yg sudah terjadi,mari kita mulai dr sa’at ini jg tuk kembali smangat berbadah n semangat berusaha,ada paha ada kaki,ada usaha ada regzeki,image tergantung keikhlasan ibadah kpd Allah, mari kita sama2 mngingat kembali bhw kematian tdk dpt ditunda meski hanya sesa’at.better late than never.let’s Be Smart & potential moslem.wslm
Spirit 4rev3r & Don’t be Wasting time?????
Seyum dlam menjalankan ibadah???????????
Seyum dlm menjalankan ibadah???????????,,,, mnurut saya itu suatu hal yg amat penting, tp tentu saja akan ada yg pro dan kontar thdp pernyataan saya ini, pro dan kontra itu hal yg biasa dan manusiawi namanya juga hidup hehehehe. perbedaan adalah ramat cuma org2 yg kurang bijaklah yg akan mempertembal perbedaan tsb, Namun bagi saudara2 kita yg bijak akan mempertipis perbedaan tsb dg mencari titik persamaan….
Bertemu dg org2 penting kadang kala kita kikuk dan untuk berdiri aja susah, terjadi gempa setempat krn gemetaran, kurang PD, hehehee…. Tapi masih berusaha kita utk tersenyum menghilangkan gerogi, Nah itu baru berhadapan dg org2 penting apa lagi berhadapan dg yg menciptakan org2 penting tsb. Namun bila kita memahami bhw beribadah merupakan suatu kewajiban stiap insan yg sudah balikh dan berakal sehat, dan ibadah akan mempunyai feed back pada pelaku apabila dilaksanakan dg penuh kesadaran dan tanggung jawab dlm konteks memahami dan menyadari kewajiban tuk mengabdi kpd sang khaliq sbg unsur tuk mewujudkan rasa syukur atas sgl rahmat yg telah kita dinikmati.
Percaya Diri (PD) atau pun ekusyukan dlm meribadah akan lebih mudah di dapatkan bila dijalani dg penuh senyumdan dg hati yg senang, mengadapa manusia aja kita bisa senyum, knapa mengahdap Allah tidak,???????. kan kita ga harus menampilkan kasak kusuk kita dlm beribadah yg penuh dg terburu-bur bahkan yg lebih parah lagi dilaksanakan di penghujung waktu, subuh 2 mnit sebelum dhuha, zuhur 5 sebelum ashar, dst. Jika kita terjebak dlm hal ini dg berbagai alasan dan krn mementingkan sealin Allah jd seakan2 buka Allah the almighty dan yg membikin kita lalai n lupa itulah yg almighty…. kayaknya itu aja d dulu ….. hehehe.. wslm
Salam Mardison
Kita mungkin pernah mendengar atau kita sendiri mengatakan bahwa jika kita sudah berhasil, jika kita sudah kaya, jika kita sudah banyak uang, kita akan banyak membantu sesama. Kita akan fokus di dakwah, kita akan banyak menyumbang anak yatim piatu, memberi makan fakir miskin, dan berbagai perbuatan mulia lainnya.
Be Do Have adalah suatu konsep yang saya baca dalam buku One Minute Millionaire (Mark Victor Hansen and Robert G. Allen) untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, khususnya dalam buku tersebut untuk menjadi seorang milyarder yang tercerahkan, Enlightened Millionaire. Uniknya konsep ini bukan diawali oleh kerja (do) menuju milyarder, tetapi diawali oleh menjadi (be).
Konsep ini mengajarkan kita untuk menjadi milyarder terlebih dahulu. Setelah kita menjadi, kita mengerjakan tindakan apa saja yang diperlukan. Hal ini akan menjadikan tindakan kita lebih efektif. Tindakan akan sesuai dan serasi dengan apa yang ada dalam pikiran kita. Jika kita sudah berpikir bahwa kita sudah menjadi apa yang kita inginkan maka tindakan akan mengikutinya. Setelah kita menjadi (be) apa yang kita inginkan, kemudian mengerjakan (do) pekerjaan yang harus dilakukan, maka kita akan memiliki (have) hasil yang kita lalui.
Ini memang konsep yang kita ambil dari penulis barat, namun jika masih sesuai dengan ajaran Islam tidak ada salahnya kita ambil. Ada hikmah lain dari konsep ini, agar bagi kita yang berniat baik setelah kaya, segera membuktikan mulai saat ini juga. Bisa-bisa kita lupa dengan niat kita yang mulia pada saat kita sudah berhasil. Mudah-mudahan dengan penerapan konsep Be Do Have, kita tidak lupa dengan niat mulia kita sebab kita sudah melakukannya sejak dini.
Bagaimana bisa menjalankan niat itu saat ini, kan belum kaya? Untuk beramal mulia tidak perlu menunggu kaya, tidak perlu menunggu menjadi pejabat, atau tidak perlu sukses terlebih dahulu. Selalu ada yang bisa diberikan dari diri Anda. Memberi pada saat sempit tidak akan merugikan Anda, justru menjalankan niat baik mulai sekarang, sejauh yang kita bisa, malah akan membawa kita kepada cita-cita kita. Insya Allah.
disadur dari : http://www.motivasi-islami.com/category/kebiasaan-sukses/
Halo dunia!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!